Yuni Misdiantika

Buku dan Alam adalah leburan guru terbaik

Gunung Cikuray

November3

Terimakasih teman yang selalu beriringan denganku untuk terus mendaki..

semoga terus ada waktu untuk kembali mencapai puncak ketenangan bersama

Mt. Cikurai with Cinde, Aussie, Charlie, Abdullah and Roby

Mt. Cikurai with Cinde, Aussie, Charlie, Abdullah and Roby

posted under tourism | 1 Comment »

Sepeda (2)

November3

kaki-kaki terus mengayuh pedal menghirup udara kota kita orang-orang yang tak kita kenal berbicara tanpa kita tahu apa tapi kaki-kaki terus mengayuh mendengar suara dengan sepasang pengeras suara kecil yang digunakan sangat dekat dengan telinga kita saat tiba kaki-kaki berhenti sejenak mengayuh kita diam di pinggir jalan kota kita menikmati secangkir kopi panas dari tangan tua yang selalu ada di jalan ini ya kota kita menyimpan banyak makna dua sepasang kekasih buta melintasi kita oh Tuhan, itu pemandangan terindah hari ini sepasang kekasih itu tertawa bersama kita diam dan mereka terus berjalan tangan mungil sang wanita dia percayakan berada di kekasihnya mereka terus berjalan dan terus tertawa kita diam tanpa harus melihat mereka saling mengagumi keindahan-Nya tanpa harus melihat sang pria percayakan arah pada kekasihnya berbahagialah kalian

posted under social | No Comments »

Kenali Negerimu Cintai Negerimu – Braga Festival 2011

November3

Think Globaly Act Localy


Karindingtumblr_ls8ef7VJfQ1r1d5eto2_1280tumblr_ls8ef7VJfQ1r1d5eto3_1280Braga Festival

posted under tourism | 1 Comment »

Susur Pantai Pameumpeuk – Cidaun 50 KM

November3

liburan bulan juni kemarin diisi dengan pengembaraan menyusuri pantai dari Pameumpeuk hingga Cidaun dengan jarak kurang lebih 50 KM.

dalam susur pantai kemarin, saya bertindak sebagai pengaping yang mendampingi adik-adik perhimpunan pecinta alam saya di Girilaya. Banyak potensi wisata bahari yang dapat dikembangkan sepajang garis pantai yang saya lewati. dari jenis pasir yang berbeda disetiap pantai, karakteristiknya, jenis ombak hingga budaya masyarakatnya.

selama perjalanan susur pantai ini, karena niatnya memang melakukan pengembaraan, kami menginap di tenda yang kami bawa, menyalakan api unggun, menyanyikan lagu favorit kami, bercengkrama. melakukan susur pantai setiap tahunnya tidak pernah membosankan bagi saya.

berjalan… berjalan.. terus berjalan hingga kaki bengkak sepatu dipundak 🙂 sampai tujuan terakhir kami di Pantai Cidaun.

Susu Pantai Pameumpeuk - Cidaun

Susu Pantai Pameumpeuk – Cidaun

posted under tourism | No Comments »

Sepeda

November3
Sepedaan di THR Juanda

Sepedaan di THR Juanda

Sentuh kembali kereta angin disana

atur kembali, periksa lagi

siapkah?

mulai mengayuh pedalnya

rasakan udara senja

dengar gemericik jalanan basah

lihat kota yang baru saja dibasahi hujan

kali ini tak ada pesan

tak ada perjanjian

tak ada yang menunggu

kayuh kembali pedalnya

tanpa pengeras suara kecil yang disimpan dekat dengan telinga

tanpa kaca penghalang pandangan

tanpa nyanyian

kayuh kembali pedalnya

warna seperti memudar

dimakan usiakah?

bukan! warnanya berubah

semua berawal disini

tapi belum berakhir

kayuh kembali pedalnya

kembali ketempat ibu

posted under tourism | No Comments »

cerita tentang anak papua dari seorang teman: imagili, charlie medino albajili

November3

Tingginya mungkin hanya sekitar 130an cm. Kulitnya yang hitam dan rambut keritingnya memudahkan orang mengidentifikasi asalnya.

Kace namanya. Umurnya kini 10 tahun. Dia tinggal bersama kedua orang tuanya dan seorang kakak laki laki di Sorong dom. Sebuah pulau kecil di seberang kota sorong, Papua Barat.

Di pertengahan tahun 2012 ini dia mendeklarasikan ‘kebebasannya’.

Di suatu pagi saat hendak pergi ke sekolah dia mengatakan pada ayahnya dia mau berhenti sekolah. Ayahnya marah.

“untuk apa kita sekola, kalau so besar nanti torang bikin orang baku pukul jua toh” kata kace pada ayahnya.

Pada saat dia mengatakan niatnya pada ayahnya, dia duduk di kelas 4 SD. Baru kemarin dia dipukuli temannya. Kakaknya, Edo baru dikeluarkan dari sekolahnya di STM Sorong karena tawuran (Baku pukul dalam bahasa mereka). Ayahnya sendiri bekerja di Bappeda Sorong dan sehari-hari biasa mengemudikan kapal cepat (speedboat) milik Pemda Sorong ke Raja Ampat.

“kita mau bantu bantu bapa saja. Kita bisa liat laut, bisa liat whale (lumba-lumba)” kata Kace.

Kini Kace sudah berhenti sekolah. Ayahnya tidak dapat berbuat banyak meski sempat melarang. Dia membantu ayahnya menjadi ‘awak’ kapal cepat bermuatan sekitar 12 orang. Mengantarkan tamu atau turis ke kepulauan Raja Ampat.

Dan Kace tidak pernah berhenti bercerita.

“Kita orang suka di laut. Kita bantu bantu bapa. Kita liat liat ikan, bisa main main ikan, berenang, ketemu orang banyak. Buat apa kita pusing sekolah?”

“kita so bebas toh”

posted under education | No Comments »